Monday, November 5, 2018

LITURGI PEMBERKATAN NIKAH

LITURGI PENEGUHAN NIKAH
DAN PEMBERKATAN PERKAWINAN

Persiapan :
·         Majelis Mempersiapkan diri di Konsistori
·         Kedua Mempelai Memasuki ruang ibadah
·         Bel Tanda Kebaktian dimulai, jemaat berdiri, dan menyanyikan
KJ 18 : 1+2  ALLAH HADIR BAGI KITA
1)       Allah hadir bagi kita dan hendak membri berkat
Melimpahkan kuasa RohNya bagai hujan yang lebat
Reff :
                Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umatMu berkatilah!
                Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.
2)      Allah hadir, sungguh hadir di jemaatNya yang kudus;
Biar kasih kurniaNya menyegarkan kita trus
Reff :

VOTUM DAN SALAM
PF           : Pertolongan kita adalah didalam Nama Tuhan Yang Menciptakan Langit dan bumi.
                   Kasih karunia dari Allah Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara sekalian. Amin.
P+J        :  Menyanyikan Amin, amin
1  .   2   3    4  .  3  .’  2  .  1  .      4  .  2  .     1  .  .  . 
A-                    min,          a-  min,           a-              min 
                                                                                                              Jemaat Duduk
NYANYIAN SYUKUR
KJ 293 : 1              PUJI YESUS
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat!
Langit bumi, maklumkan kasih-Nya!
Haleluya! Nyanyilah, para malaikat;
Kuasa, hormat brilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita,
Reff :
Puji Dia! Britakan keagunganNya!
Puji Dia! Mari bernyanyilah!

HIDUP  KARENA KASIH SETIA TUHAN
PF           :  Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya (Maz 25:10)
Jmt        :  Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya (Maz 33:18)
MP         :  Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku. (Maz 66:20)
Jmt        :  Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. (Maz 89:2)
PF           :  Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-MU. (Maz 33:22)

NYANYIAN KESANGGUPAN                                                                                 
KJ 396:1,3,4  YESUS SEGALA-GALANYA
1)       Yesus segala-galanya, Mentari hidupku
Sehari-hari Dialah Penopang yang teguh,
Bila ‘ku susah, berkesah, aku pergi kepadanya
Sandaranku, Penghiburku, Sobatku
3)      Yesus segala-galanya, setia padaku;
Tak akan ‘ku menyangkalNya, Teman setiaku
BersamaNya, ‘ku tak sesat
Ia menjagaku tetap; Ia tetap kawan erat, Sobatku
4)      Yesus segala-galanya, Temanku terdekat,
Padanya aku berserah sekarang dan tetap,
Hidupku indah mulia, bersamaNya bahagia,
Hidup kekal, kar’na kenal Sobatku

DOA SAFAAT

PELAYANAN FIRMAN
a.       Membaca Alkitab, diakhiri dengan pertelaan: Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan memeliharanya. Haleluya.
5   5  1  1  .  1   7    6  6  . ‘  6   1    7  7  .  6  7    6  5  . ‘
Hale- lu-ya,  Hale-   luya,     Ha-le-  luya    Hale- luya
5   5  1 1 . 1  7  6  6 . ‘ 6  1 7  7 . 6 7  1  1 . ‘
Hale-  luya   Hale-   luya      Ha-le-  luya    Hale-  luya

b.      Kotbah
c.       Saat Teduh

PELAYANAN PENEGUHAN NIKAH DAN PEMBERKATAN PERKAWINAN
a.      Pertelaan
Jemaat Terkasih
……………Bapak .......... dengan ............ pada hari ini akan diteguhkan pernikahannya dan diberkati perkawinannya. Bapak/ibu sekalian yang hadir disini menjadi saksi atas peneguhan nikah dan pemberkatan perkawinan mereka.

Sekarang, mempelai berdua dipersilahkan berdiri.
Bapak .......... dengan ............. yang terkasih

Bapak dan ibu berdua telah membuat keputusan untuk memasuki kehidupan berkeluarga, agar jemaat menyaksikan keputusan bapak ............ dan ............  dipersilahkan menjawab pertanyaan ini :
Apakah Saudara berdua sungguh-sungguh bersedia melaksanakan panggilan Tuhan kepada orang yang hidup dalam perkawinan ?

(Dijawab : “Ya, Dengan Sepenuh hati”)              

b.      Janji Mempelai (Paduan Suara “Janji Setia”)
(Mempelai berjabat tangan kemudian saling mengucapkan janji dimulai dari pihak laki-laki)
Jemaat Berdiri

JANJI MEMPELAI LAKI-LAKI
DIHADAPAN TUHAN ALLAH DAN GEREJA KRISTEN DISINI, SAYA MENGAKUI BAHWA ........ ADALAH ISTRI SAYA, KARUNIA TUHAN. SAYA BERJANJI AKAN SENANTIASA MENGASIHI DAN MENOLONGNYA, DAN SETIA BAIK DALAM SUKA MAUPUN DUKA. SAYA DAN ISTRI SAYA AKAN SENANTIASA BERBAKTI KEPADA TUHAN ALLAH DAN MEMELIHARA KEKUDUSAN KELUARGA DENGAN MEMATUHI FIRMANNYA.

JANJI MEMPELAI WANITA
DIHADAPAN TUHAN ALLAH DAN GEREJA KRISTEN DISINI, SAYA MENGAKUI BAHWA ............ ADALAH SUAMI SAYA, KARUNIA TUHAN. SAYA BERJANJI AKAN SENANTIASA MENGASIHI DAN MENOLONGNYA, DAN SETIA BAIK DALAM SUKA MAUPUN DUKA. SAYA DAN SUAMI SAYA AKAN SENANTIASA BERBAKTI KEPADA TUHAN ALLAH DAN MEMELIHARA KEKUDUSAN KELUARGA DENGAN MEMATUHI FIRMANNYA.

c.       Pemasangan Cincin diiringi pujian Paduan Suara Felicito “Cincin Kami”
Saudara………..cincin ini melambangkan kasih setia saudara kepada ……….,(istri/suami) saudara, kenakanlah cincin ini pada jari manis tangan kanannya.

d.      Peneguhan
(Mempelai berdua bersujud untuk menerima berkat TUHAN)
Diiringi Pujian, Mazmur 134 :2,3
      Do = g
1   1   7   6   5   1   2   3 ‘
      2.   Hai, tadahkanlah tanganmu      3.  Kiranya Khalik dunia,
            arah ke tempat hadrat Hu               Allahmu beranugerah,
            dan ramai-ramai pujilah                  bri dari Sion yang teguh
            kemuliaan NamaNya                       berkatNya pada jalanmu


Jemaat Duduk
e.       Doa Untuk Mempelai
f.        Penyerahan Surat Nikah Gerejawi


PERSEMBAHAN SYUKUR
(Dimulai dari mempelai, kemudian kedua orang tua dan kerabat selanjutnya jemaat yang tergerak hatinya untuk turut mempersembahkan.)
Diiringi Pujian dari Paduan Suara Felicito “Aku Memilih Engkau”

DOA AKHIR KEBAKTIAN

NYANYIAN AKHIR KEBAKTIAN
KJ no 389 : 1+3                  BESARLAH KASIH BAPAKU
1)       Besarlah kasih Bapaku, selalu melingkupiku;
Dimana-mana diriku, diasuhNya.
3)      Ya bapa, dalam kasihMu arahkan tiap langkahku;
‘ku yakin Kau tetap teguh mengasuhku

PENGAKUAN IMAN RASULI (Majelis)
       Aku Percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi.
       Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita,
       Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria,
       Yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.
       Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati,
       Naik ke sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa
       Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati
       Aku percaya pada roh kudus
       Gereja yang kudus dan am; Persekutuan orang kudus
       Pengampunan dosa
       Kebangkitan daging
       Dan hidup yang kekal.

BERKAT
PF                 :  Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. Amin
                         (Ef 6 : 23)

PUJIAN PENUTUP  412 : 1             TUNTUN AKU, TUHAN ALLAH
1)       Tuntun aku, Tuhan Allah, lewat gurun dunia
Kau perkasa dan setia, bombing aku yang lemah
Roti sorga, roti sorga, puaskanlah jiwaku
Puaskanlah jiwaku







Selamat Berbahagia
Mempelai dan Keluarga

Kiranya Kasih dan Damai sejahtera Kristus menyertai senantiasa


LITURGI PERTUNANGAN


LITURGI PERTUNANGAN



Votum dan Salam
PF      : Pertolongan kita adalah didalam Nama Tuhan Yang Menciptakan Langit dan bumi. Kasih karunia dari Allah Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara sekalian. Amin.

Nyanyian Pujian
Jemaat Menyanyikan KJ no 10:1+2 PUJILAH TUHAN, SANG RAJA
do = g ( 3 ketuk)
1)      Pujilah Tuhan, Sang Raja yang Maha mulia
Segenap hati dan jiwaku, pujilah Dia
Datang bekaum, b'ri lah musik mu ber-gaung,  Angkat puji -pujian
2)      Pujilah Tuhan, segala kuasa padaNya
Sayap kasihNya yang aman mendukung anakNya
Tiada ter'pri yang kepadamu di b'ri Tidakkah itu kau rasa?
3)      Pujilah Tuhan yang bijak menggubah tubuhmu;
dalam kasihNya seluruh hidupmu tertuntun;
hatimu tahu: berulang kali engkau oleh sayapNya terlindung.

Belajarlah Senantiasa tentang Kasih
(Diucapkan oleh kedua orang yang bertunangan)
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu ~ 1 Korintus 13:4-7
(Harapan dan Kedua Orang Tua)
Kami berdoa untuk Kalian, dimasa pertunangan yang kalian jalani, hendaklah terus menjaga kemurnian Kasih Allah. Amin

Doa Syukur dan Pelayanan Firman

Nyanyian Pujian
Jemaat menyanyikan KJ no 454:1+3  INDAHNYA SAAT TEDUH
1)      Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan
Segar; 'ku bebas dari seteru di dalam saaat yang teduh.
3)      Indahnya saat yang teduh penampung permohonanku
kepada yang Mahabenar yang bersedia mendengar.
Sejak kulihat wajahNya, 'ku yakin pada firmanNya
dan menyerahkan bimbangku di dalam saat yang teduh.

Pelayanan Firman
Pembacaan Firman Tuhan diakhiri dengan seruan : “Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan Firman Tuhan dan memeliharanya. Haleluya.”

Peneguhan Pertunangan
  1. Pertelaan
  2. Pertanyaan:
“Saudara berdua telah membuat keputusan untuk memasuki kehidupan pertunangan, Apakah saudara sungguh-sungguh bersedia melaksanakan panggilan Tuhan kepada orang yang telah bertunangan?
(Dijawab bersama-sama: Ya, kami bersedia dengan sepenuh hati)

  1. Janji Pertunangan
(Janji diucapkan secara bergantian, dimulai dari laki-laki terlebih dahulu kemudian perempuan, sambil berjabat tangan)

Saya……………………….berjanji dengan sungguh-sungguh, atas berkat Tuhan Allah dan kami berdua telah menyetujui, bertunangan dengan …………………….. dalam rangka mempersiapkan rumah tangga di kemudian hari, menurut peraturan gereja. Kami akan saling mencintai, menjaga kesucian pertunanga dan kekudusan Tuhan.

  1. Pemasangan Cincin
  2. Pemberkatan
Doa Syukur dan Penutup

Nyanyian Syukur
Jemaat Menyanyikan KJ no 406:1-3 YA TUHAN, BIMBING AKU
1)      Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku, sehingga 'ku
selalu bersamaMu. Engganlah 'ku melangkah setapak pun,
'pabila Kau tak ada disampingku.
2)      Lindungilah hatiku di rahmatMu dan buatlah batinku
tenang teduh. Dekat kakiMu saja 'ku mau rebah dan
tidak ragu-ragu 'ku berserah.
3)      Dan bila tak kurasa kuasaMu, Engkau senantiasa
di sampingku. Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku,
sehingga 'ku selalu bersamaMu.


Berkat
PF      : Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. Amin (Ef 6 : 23)

BIDSTON “NGUNDUH MANTU”


BIDSTON “NGUNDUH MANTU”



1.       Pembukaan (Majelis)
Mjl      :  Mengucap syukurlah kepada Tuhan karena Kasih SetiaNya, karena perbuatan-perbuatan tanganNya yang ajaib bagi kita. Biarlah kita saat ini bersama-sama menceritakan kembali pekerjaan-pekerjaanNya dalam setiap pergumulan dan tanggung jawab. Biarlah kita dimampukan untuk bersaat teduh dan mengucap : hanya Engkaulah Allah yang telah menolong dan memberkati, sebagaimana Engkau akan memberkati kami saat ini.
M+J    :  Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah  kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Amin
2.       Pujian
Bukankah kita adalah anak-anakNya yang kekasih, yang telah diberikan kemuliaan atas hidup dan iman kita. Maka marilah bersama kita berbahagia memuji namaNya.
KJ 392 : 1-3 'KU BERBAHAGIA
1)         "Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi
kepunyaanku! Aku warisNya, 'ku ditebus,
ciptaan baru Rohulkudus.
Reff :        Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
                   Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
2)         Pasrah sempurna, nikmat penuh; suka sorgawi
melimpahiku. Lagu malaikat amat merdu;
kasih dan rahmat besertaku. Reff :
3)         Aku serahkan diri penuh, dalam Tuhanku
hatiku teduh. Sambil menyongsaong kembaliNya,
'ku diliputi anugerah. Reff :

3.       Doa Pembukaan (Majelis)



4.       Pujian (Pengkotbah)
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)
KJ. 454:1+3 INDAHNYA SAAT TEDUH
1)         Indahnya saat teduh menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan
Segar; 'ku bebas dari seteru di dalam saaat yang teduh.
3)         Indahnya saat yang teduh penampung permohonanku
kepada yang Mahabenar yang bersedia mendengar.
Sejak kulihat wajahNya, 'ku yakin pada firmanNya
dan menyerahkan bimbangku di dalam saat yang teduh.

5.       Pelayanan Firman
Pembacaan Firman dari :Ibrani 4:13-16 (16) “Berbahagialah setiap orang yang mau mendengar FirmanNya dan mewujudkan dalam setiap tindakannya.”  Haleluya.

6.       Doa Penutup
7.       Pujian
KJ. 457:1,2,4 YA TUHAN, TIAP JAM
1)         Ya Tuhan, tiap jam 'ku memerlukanMu,
Engkaulah yang memb'ri sejahtera penuh.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
'ku datang, Jurus'lamat, berkatilah!
2)         Ya Tuhan, tiap jam dampingi hambaMu;
jikalau Kau dekat, enyah penggodaku.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
'ku datang, Jurus'lamat, berkatilah!
4)      Ya Tuhan, tiap jam ajarkan maksudMu;
b'ri janjiMu genap di dalam hidupku.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
'ku datang, Jurus'lamat, berkatilah!

8.       Berkat (Pengkotbah)


Thursday, November 1, 2018

2 Timotius 2:8-15


Bahan Pendadaran
Firman : 2 Timotius 2:8-15
Ing buku Bausastra tembung sangsara tegesipun urip cilaka. Kasangsaran (urip cilaka) saged arupi jasmani, mental, lan karohanen. Tuwuhing kasangsaran jalaranipun saged mawerni-werni, kadosdene amargi peprangan, raos sengit, bencana alam, kacilakan, penyakit, tetembungan ingkang ala lan nyulayani, brayat ingkang tansah cecongkrahan, lsp. Sambet kaliyan karohanen, kasangsaran tinampi awit ngugemi lan nindakaken piwulanging kitab suci, saged amargi tiyang sanes mboten remen lan saged amargi panerak kita dhateng pepaken ingkang kawulangaken. Kadosdene ingkang kelampahan tumrap Gusti Yesus lan para sekabatipun awit martosaken piwulang sejati, inggih piwulang ingkang sesambetan kaliyan pakaryan kawilujengan lan gesang langgeng lajeng nampi kasangsaran awit dipuntampik dening jagad.
Kenging punapa Gusti Yesus dipuntampik dening jagad semanten ugi kaliyan sekabat lan umat kagunganipun? Jagad ingkang kita panggeni punika sampun risak, risak saking panguwaosing dosa, angel nampi kayekten jati, umumipun kathah piwucal-piwucal ingkang nasaraken. Gusti Yesus, para sekabat lan umat kagungan jejibahan ingkang sami inggih punika martosaken kabingahan, kawilujengan lan kayekten jati. Kayekten jati ingkang sampun kababaraken dening Kristus Yesus nalika panjenenganipun rawuh ing jagad punika. Dadosa lumantar piwulangipun, welas asihipun, tuladhanipun lan pangurbananipun ing kajeng salib. Lumantar Gusti Yesus ugi, manungsa ingkang tebih kaliyan Gusti Allah sampun kapulihaken lan nampi gesang langgeng.
Mila menawi Rasul Paulus nampi ganjaran kinunjara amargi martosaken pakaryanipun Gusti Yesus, ngraosaken kasangsaran awit pawartosing Injil punika ugi sampun saklimrahipun. Amargi Gusti Yesus kemawon dipuntampik. Namung kadosdene paseksinipun “Iya marga saka pangundhanging Injil iku aku banjur nandhang sangsara, malah nganti dibanda kayadene durjana, nanging pangandikaning Allah ora bisa kabanda.” (ayat 9) lan ayat 10 “Mulane  aku nglakoni iku kabeh kalawan sabar kanggo para pepilihane Gusti Allah……”
Pangandikanipun Gusti badhe tansah kebabar ing kawontenan punapa kemawon. Semanten ugi lumantar kasangsaran punika malah dados pasinaonipun Rasul Paulus temah kasagedaken langkung sabar nyanggi kasangsaran ingkang tinampi. Rasul Paulus pitados bilih lumantar iman dhumateng Gusti Yesus lan purun nindakaken timbalanipun, boten badhe nglaha ananging nampi makuthaning gesang langgeng. “Manawa kita ndherek Panjenengane seda, iya ndherek Panjenengane gesang. Manawa kita nahanake iya bakal ndherek Panjenengane ngereh………….”  Kanthi tembung ringkes sedaya ingkang katindakaken sampun kacawisan gesang langgeng. Kadosdene ingkang nate kaparasetyakaken dening Gusti Yesus piyambak ing Injil Yokanan 16:33 “AnggonKu mulangake iku mau kabeh marang kowe iku, supaya kowe padha oleha tentrem rahayu ana ing Aku. Ana ing donya kowe padha nandhang panganiaya, nanging pada diteteg atimu, Aku wus ngalahake donya.”  Guti Yesus sampun maringaken pangajeng-ajeng tumrap sedaya tiyang pitados ing salebeting nampi kasangsaran awit Injil. Gusti Yesus piyambak ingkang paring pangandika bilih Panjenenganipun ingkang sampun ngawonaken jagad. Dados kenging punapa kita perlu ajrih menawi kasangsaran awit iman pitados kita, kaiidinan dening Gusti Allah?
Lumantar  punika mila Rasul Paulus ngatag dhateng Timotius supados tansah purun nindakaken ingkang kaping sepisan, piwulanging kayekten Jati “…….elingna lan pituturana ing bab iku kabeh kalawan temenen ing ngarsaning Gusti Allah, supaya aja padha mbulat mbulet rembuge……..”. Ingkang kaping kalihipun “udinen, supaya kowe pantes ana ing ngarsaning Gusti Allah anggonmu dadi juru leladi kang ora usah isin….”  Mekaten ugi bab paring pitutur lan piwulang, Rasul Paulus ngengetaken supados Timotius saged nedahaken gesangipun kebak ing patuladan iman lan mulang ing alandhesan pangandikanipun Gusti. Senajan ingkang katindakaken mangkenipun badhe kosokwangsul kaliyan tumindaking jagad, ananging bab gesang ingkang alandhesan murnining iman dhateng Gusti ingkang badhe njalari babaring sihipun Gusti tumrap sedayanipun.
Kalih perkawis ingkang kadhawuhaken dening Rasul Paulus punika temtu awrat lan nuwuhaken kasangsaran ing gesangipun Timotius. Ananging kasangsaran ing jagad punika mboten wonten imbanganipun menawi kabandingaken kaliyan kasangsaran ingkang badhe tinampi ing pejah langgeng. Gusti Yesus sampun mbabarken katresnanipun dhateng kita sedaya, mila sumangga piwulangipun Rasul Paulus punika nglandhesi kita sedaya ing salebeting cecawis nampi Sakramen Bujono. Amin.

Legacy Of Faith

 Catatan WA, di salah satu hari dibulan Februari 2026 “Syallom Pak Pendeta, terima kasih sudah ikut   mendoakan saya. Saya ingin cerita Pak,...